Aneka Mesin Resto “Samudra Wibowo”

Masukan dari November 2008

Hati-hati Krisis Sampai Duabelas Bulan ke Depan

November 24, 2008 · 1 Komentar

Sebagai insan yang mencukupi diri dan keluarga dari usaha tentunya disaat ini kita harus berhati-hati coba kita lihat berita dibawah… ibu menteri kita sudah mengingatkan untuk waspada mengenai keuangan negara atau keuangan pribadi…. Nah apa yang bisa dilakukan oleh usaha muda seperti saya yang dalam pembelian barang sangat berpengaruh dengan yang namanya … dollar…. uh sekali lagi dollar…. untuk urusan belanja barang mesin-mesin yang saya pasarkan memang tidak lepas dari dollar lah belanjanya lintas negara sih……. moga kuat sampai 12 bulan kedepan… Amin

Pemerintah: Krisis Sampai Duabelas Bulan ke Depan

Bukittinggi (ANTARA News) – Menko Perekonomian sekaligus Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati mengakui, dampak krisis keuangan global terhadap perekonomian Indonesia akan terus berlanjut hingga duabelas bulan ke depan sehingga ia meminta semua pihak berhati-hati memperhatikan dan menjaga keadaan keuangannya. “Situasi ini bisa terjadi sampai enam bulan bahkan duabelas mendatang. Artinya, medan yang kita hadapi ke depan memang menantang dan relatif sulit,” kata Sri Mulyani di Bukit Tinggi, Senin.

Kategori: Tak Berkategori
Ditandai:

Pantesan gak cair kreditku…

November 20, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Kalo baca baca berita akhir-akhir ini pantasan aja… kreditku gak cair-cair… ya memang lebih baik sepertinya saat ini tunda dulu untuk mengajukan kredit mungkin dengan kejadian ini Tuhan telah memiliki rencana lain untuk kegiatan usahaku.. Amin.

=====

Serba Hati-hati Untuk Kredit
Wahyu Daniel, Angga Aliya ZRF – detikFinance


Foto: Dok detikcom

Jakarta – Situasi pasar finansial dunia yang sedang limbung membuat siapapun siaga satu. Tak hanya nasabah, bank pun memilih untuk berhati-hati untuk masalah kredit. Semua seolah tak mau kondisi tahun 1998 terulang.

Ketika krisis moneter datang 10 tahun silam, suku bunga menggila hingga 50 persen. Debitor limbung tak bisa membayar, sementara kreditor langsung terhantam kredit macet. Perekonomian pun terpukul habis-habisan.

Belajar dari krisis di masa silam, orang kini lebih waspada dan bersabar. Dari sisi nasabah yang ingin kredit, mereka kini memilih bersabar ketimbang harus menghadapi tingginya suku bunga.

“Tunggu suku bunga turun dulu, sekarang semuanya sedang serba tidak pasti. Daripada nanti malah rugi,” jelas Tama, pegawai swasta yang hendak mengajukan kredit kendaraan bermotor ini.

Sementara dari pihak perbankan pun memberikan kredit secara selektif dan sangat terkontrol. Seperti yang disampaikan Direktur Consumer BNI Darwin S, bahwa bank pelat merah itu kini lebih selektif dalam mengucurkan kredit konsumsinya dan menahan pertumbuhan kreditnya, guna menghindari terjadinya NPL di tengah tingginya suku bunga, namun bukan berarti menghentikan kucuran kreditnya.

“Kredit konsumsi tetap jalan, kan masing-masing bank berbeda nasabahnya, tapi kita sangat selektif dan mengontrol ketat dalam pengucurannya,” jelasnya di Gedung Landmark, Jakarta, Kamis (20/11/2008).

Darwin mengakui, kondisi pengucuran kredit yang selektif dan terkontrol ini mulai dilakukan perseroan sejak bulan September 2008 lalu, dengan mulai mengetatnya kondisi likuiditas dan tingginya suku bunga.

“Jadi untuk kredit konsumsi seperti KPR kita tidak menghentikan namun selektif dan terkontrol. Kredit kendaraan juga sama, kita tidak terlalu gencar,” imbuhnya.

Dijelaskan Darwin, untuk pertumbuhan kredit, perseroan akan menahan laju pertumbuhan di level pencapai pada kuartal III-2008. “Saya lupa berapa angkanya, tapi kita stay pertumbuhannya, tidak naik, kita menjaga pertumbuhan di kuartal IV-2008 sama seperti kuartal III-2008,” katanya.

Dia juga mengatakan untuk 2009, di tengah situasi ekonomi yang belum pasti, dirinya belum bisa mengatakan berapa target kredit yang akan diraih. “Itu tergantung bagaimana situasi pada kuartal IV-2008 ini, namun sepertinya 2009 tidak akan seagresif 2008,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Direktur Utama BNI Felia Salim mengatakan saat ini untuk pengucuran kredit, perseroan sudah melakukan pendalaman agar proses kehati-hatian lebih ditekankan.

“Kita ingin lebih konservatif di sektor-sektor tertentu, seperti kredit konsumsi akan sangat selektif,” katanya. Pada kuartal III-2008, secara keseluruhan kredit BNI dikatakan Felia sudah tumbuh 20% sesuai target.

Demikian pula Dirut Bank Mandiri Agus Martowardojo mengatakan pihaknya akan tetap melakukan ekspansi namun dengan lebih hati-hati. Hal itu terlihat angka pertumbuhan kredit Bank Mandiri yang secara konsolidasi masih mencapai 33%, meski mulai surut pada kuartal IV-2008.

Namun dari sisi likuiditas, Agus menilai bahwa saat ini sebenarnya kondisinya saat ini masih membaik. Hal ini terlihat dari Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan yang terus meningkat. Berdasarkan data BI, DPK perbankan per September mencapai Rp 1.601 triliun, meningkat dibandingkan DPK Agustus yang hanya Rp 1.528 triliun.

“Jadi kalau DPK bulan-bulan ini lebih tinggi peningkatannya dibanding kredit, itu menunjukkan bahwa semakin likuid pasarnya. Itu juga menunjukkan bahwa itu salah satu sumber yang besar yaitu pengeluaran pemerintah semakin lancar, dana dari masyarakat meninggi dan DPK meningkat,” jelas Agus.(qom/ir)

Jakarta – PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) tetap melakukan pengawasan ketat terhadap penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR). Bahkan BNI akan tetap mempertahankan porsi KPR dan kredit kednaraannya pada tahun depan.

Pada tahun 2008 ini total portofolio kredit BNI mencapai Rp 110 triliun, dimana 14% diataranya untuk KPR dan kredit kendaraan.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Bank BNI Achmad Baiquni saat di temui di Hotel Dharmawangsa Rabu (19/11/2008).

“Kalau sekarang consumer itu hampir 13% sampai 14% termasuk KPR dan car loan, tahun depan kita akan tetap menjaga dengan komposisi seperti ini,” katanya.

Ia menegaskan bahwa BNI akan tetap selektif terhadap penyaluran kredit konsumer dan akan tetap menyaluran kredit KPR, meski harus melihat prospek setiap proyek atau debitor.

“Kalau proyeknya bagus kenapa nggak, bank itu nggak pernah berhenti. Jadi selektif saja, kesannya selama ini digenarilisir bahwa bank menghentikan, karena yang kita lihat proyeknya, kalau proyeknya bagus ya kita tetap saja,” ujarnya.

Menurutnya sekarang ini kredit-kredit sektor properti termasuk KPR sangat tergantung dengan lokasi pengembangan suatu kawasan, apabila lokasinya belum padat akan menjadi pertimbangan utama perbankan.

“Ada daerah yang jenuh, ada yang belum jenuh kita masuk juga. Intinya kondisi seperti ini kita mempertajam dengan lebih berhati-hati,” tandasnya.

BTN Pilih-pilih Nasabah untuk KPR
Wahyu Daniel – detikFinance


(Foto: dok detikFinance)

Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (BTN) sampai saat ini masih terus mengucurkan kreditnya terutama KPR (Kredit Kepemilikan Rumah) yang menjadi bisnis utamanya. Namun BTN mulai selektif memberikan kredit ke masyarakat.

Direktur Utama BTN Iqbal Latanro mengatakan BTN masih terus memberikan kreditnya kepada masyarakat, namun selektif.

“Karena kalau tidak (selektif), maka pada tingkat (bunga) seperti ini akan menimbulkan permasalahan atau NPL, karena itu kita perlambat,” jelasnya saat dihubungi detikFinance di Jakarta, Rabu (19/11/2008).

Iqbal mengatakan saat ini pertumbuhan kredit BTN sudah tinggi yaitu mencapai 36%. “Tingkat ini merupakan pencapaian yang sangat baik, saat ini kita harus kendalikan tingkat kredit tersebut, kalau tidak bisa muncul masalah,” katanya.

Kemudian alasan kedua BTN menahan laju pertumbuhan kreditnya adalah karena belum adanya kepastian mengenai situasi ekonomi ke depan di tengah situasi krisis yang terjadi.

“Ketiga, karena saat ini bunga sudah tinggi, maka banyak orang yang sudah tidak mau ambil kredit,” imbuhnya.

Walaupun begitu, Iqbal mengatakan saat ini masih ada nasabah yang mengajukan KPR ke BTN, dan kredit sebenarnya masih bisa bertambah karena permintaan masih cukup besar.

“Tapi kita harus selektif agar tidak ada masalah,” pungkasnya.

Sebelumnya Ketua Kadin MS Hidayat di sela-sela mengikuti kunjungan bilateral Presiden SBY dengan Presiden Brazil Luiz Inacio Lula Da Silva di Istana Presiden Palacio Planalto, Brasilia, Selasa (18/11/2008) seperti dilaporkan reporter detikcom, Arifin Asydad mengatakan pengucuran KPR dihentikan sementara, karena nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah.

“Saya mendapat kabar bahwa kredit KPR semua dihentikan, karena ada kesulitan mendapatkan likuiditas di perbankan, sehingga menentukan tingkat suku bunga. Anda tahu deposito sekarang ditawarkan 15% dan lending rate sudah di atas 20%,” kata Hidayat.

Kategori: Tak Berkategori
Ditandai: , , ,

Garuda Pancasila terbesar di Indonesia

November 18, 2008 · & Komentar

Kalo anda jalan-jalan ke google earth

coba mampir ke sini koordinat ini 6°25′3.84″S  106°57′30.03″E

garuda3ml2

Kategori: Tak Berkategori
Ditandai: ,

bisnis online adalah Lentera Jiwa saya.

November 13, 2008 · 1 Komentar

Sudahkan anda menemukan Lentera Jiwa anda? Mungkin video klip dari nugie bisa menginspirasi anda. Semoga pilihan saya menjadi blogger dan memulai bisnis online adalah Lentera Jiwa saya.

Lirik & Cord Lentera Jiwa Oleh Nugie

A       F#m       E
lama sudah kumencari
D           B         E
apa yang hendak kulakukan
A       F#m       E
sgala titik kujelajahi
D           B         E
tiada satupun kumengerti
D            E
tersesatkah aku di samudra hidupmu
A       F#m        E
kata-kata yang kubaca
D           B         E
terkadang tak mudah kucerna
A        F#m          E
bunga-bunga dan rerumputan
D           B         E
bilakah kau tahu jawabnya
D            E
inikah jalanku inikah takdirku
[chorus]
A          Bm      D          E
kubiarkan kumengikuti suara dalam hati
F#m   E           D E
yang slalu membunyikan cinta
A          Bm      D          E
kupercaya dan kuyakini murninya nurani
F#m   C#m        D
menjadi penunjuk jalanku
E
lentera jiwaku
[interlude] D E B D E
A          Bm      D          E
kubiarkan kumengikuti suara dalam hati
F#m   E           D E
yang slalu membunyikan cinta
A          Bm      D          E
kupercaya dan kuyakini murninya nurani
F#m   C#m        D
menjadi penunjuk jalanku
E        A
lentera jiwaku
B          C#m      E          F#
kubiarkan kumengikuti suara dalam hati
G#m   D#m         E F#
yang slalu membunyikan cinta
B          C#m     E          F#
kupercaya dan kuyakini murninya nurani
G#m   D#m         E
menjadi penunjuk jalanku
F#       B
lentera jiwaku
B    C#m  E  F#
lentera jiwaku
G#m  C#m  E  F#
lentera jiwaku
B          C#m     E          F#
kupercaya dan kuyakini murninya nurani
G#m   D#m         E
menjadi penunjuk jalanku
F#       B
lentera jiwaku
B
lentera jiwaku
B
lentera jiwaku
B
lentera jiwaku…

******************taken from here**************

Video Klip and Download MP3 Here

Kategori: Tak Berkategori
Ditandai: , ,

6 Langkah Pengembangan Bisnis: Dibalik Sukses Moz 5 Salon

November 11, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Berikut resume TDA Ym Business Conference dengan Nara Sumber Bu Yulia Astuti – Owner Moz-5 salon, dengan moderator Pak Jonru dan host moderator Pak Arif. Selamat mengikuti:

Jonru
Assallamualaikum. Selamat siang teman – teman sekalian. Maaf bila telat, karena YM kita pada error. Sebelumnya, saya sampaikan dulu aturannya. Moderator pakai teks merah, nara sumber pakai teks biru, peserta pakai teks hitam. Pada sesi pertama, kita dengarkan dulu penyampaian materi dari nara sumber, mohon jangan ada yang menyela ketika penyampaian materi. Setelah itu ada sesi dialog. Pada sesi ini, peserta yang hendak bertanya dipersilahkan mengetik tanda ? dan baru diperbolehkan bertanya setelah dipersilahkan oleh moderator. Nanti pertanyaannya antri.

Oke deh, kita langsung saja persilahkan buat Bu Yulia.

Yulia -Moz5
Untuk materi saya sudah kirim via email, semoga cukup jelas ya.

Tapi saya ingin coba reminder lagi mengenai tahapan – tahapan dalam bisnis. Mulai dari level paling bawah yaitu : Mastery, Niche, Leverage, Team, Synergi, Result. Dari awal itu yang jadi patokan saya dalam pengembangan bisnis saya. Pasti teman – temen sudah banyak yang tahu tentang 6 step brad sugar ini tapi gak ada salahnya kita saling menyegarkan pikiran lagi ya.

Level Mastery adalah masa-masa awal dari usaha kita dimaa kita sedang berusaha mati – matian agar bisnis kita bisa bertahan. Bisa stabil. Kita berusaha keras mengatur waktu, menghasilkan keuntungan, juga menarik pelanggan sebanyak – banyaknya. Intinya supaya bisnis kita jalan atau STABIL.

Level berikutnya adalah Niche dimana kita berusaha untuk bisa unggul dalam persaingan pasar. Tujuannya? untuk mendapatkan KEUNTUNGAN.

Kalau sudah kita naik lagi ke level LEVERAGE, dimana di sini kita berusaha untuk mensistimasikan business kita. SYSTEM.

Kalau kita tahu leverage itu adalah bagaimana dengan usaha yang sama bisa menghasilkan lebih banyak. Untuk Effisiensi, supaya kita business ownernya mulai punya waktu. Leverage berarti juga TIME.

Lalu apalagi? tahapan berikutnya adalah TEAM, The Winning TEAM Building. Inilah yang menjadi dasar dari perkembangan bisnis kita. Tujuannya apa? supaya owner bisnisnya bisa HAPPY. Biar bisa ON the business not IN the business. Kalau TEAMnya sudah kuat dan solid, baru deh kita berSYNERGI dengan team kita. Jadikan bisnis kita sebagai mesin uang kita, supaya kita bisa FREEDOM.

Terakahir adalah RESULT, tapi sebagai catatan ini urut – urutannya gak baku loh. Baru pada tahapan inilah kita bisa multifikasikan bisnis kita. Mau Francise, mau Go Public, monggo.

Bisa aja kita udah di tahap TEAM, kita masih harus kembali membenahi NICHE kita. Atau gak usah nunggu sampai level Leverage baru kita mau membangun TEAM. Intinya sih semua berjalan pararel, tapi untuk fokus pembenahan bisa kita pake patokan level-level ini.

Ok mods sementara itu dulu, nanti kalo ada yang mau dikembangkan dari materi sebelumnya juga silakan.

Jonru
Ok terima kasih Bu Yulia.

Jonru
Bagi teman – teman yang hendak bertanya, silahkan ketik tanda ? Setelah itu akan dipersilahkan sesuai urutan.

Ayesha
?

andhika harya p.
?

tadicahya
?

aguss310
?

Ardian Sy
?

Jonru
Pertama kali, kita persilahkan buat aye_nd. Mohon sebutkan nama, usia dan jenis kelamin ya, biar tidak salah sapa .

Ayesha
Salam kenal. Terima kasih atas kesempatannya. Nama saya Ayesha, 27 tahun, female, saat ini ngelola kursus bahasa Inggris. Saya mau tanya ke mbak Yulia. Untuk membuka cabang baru kira – kira diperlukan berapa tahun? maksudnya kapan kita tahu kita sudah siap untuk buka cabang n apa yang harus dipersiapkan? Thanks

Jonru
Ok silahkan Bu Yulia

Yulia -Moz5
Ok mba Aye. Kalo pake patokan dari brad sugar ini buka cabang ada di level leverage. Dimana denga effort yang kurang lebih sama, kita mendapatkan hasil yang lebih banyak. Lalu kapan baiknya? yah setelah kita merasa sudah menguasai segala aspek bisnis kita, kita juga sudah main di ceruk pasar yang tepat, jangan lama-lama, buruan buka cabang.

Buka cabang juga salah satu strategi marketing juga, untuk memudahkan pelanggan menikmati fasilitas dari kita.

Jonru
Ok, gimana Mbak Aye

Ayesha
Ok, thanks mbak. Berarti lewatin tahap – tahap tersebut dulu ya. Thanks pak Jonru. Nanti ada pertanyaan lagi hehe.

Yulia -Moz5
Betul bu, nanti kalo sudah menguasai kan tinggal diduplikasikan ke cabang

Jonru
Ok sama – sama. Berikutnya Pak Andhika, dipersilahkan.

andhika harya p.
Makasih pak. saya andhika, 30 tahun, pria. Untuk parameter tiap tahap sudah oke bagaimana bu?

Yulia -Moz5
Tinggal di copy paste hehehe masalahnya yang dicopy ini kudu betul dulu dong hehe. Memang pembahasan 6 step ini gak mungkin dibahas sekilas aja ya. ada penjelasan panjang lebarnya, tapi gampangnya. untuk level 1 misalnya. Mastery, kita lah yang punya parameternya sendiri, misalnya profitnya. Bisnis harus menguntungkan dong, atleast ROInya pertahun minimal 20% dari modal misalnya. Kalo udah untung, juga effortnya. Lalu SDM dll.

Kalo kita sudah merasa ok 80% jalan lah, mulai kita focus ke niche, atau ceruk pasar, yang pastnya sejak kita mulai bisnis juga udah kita tangani dong. Di saat kita sudah menguasai pasar, kita siap-siap mulai bermain di leverage. Leverage itu tadi SYSTEM, gimana kita mensistimasikan business. Bapak-bapak dan ibu – ibu mau tahu tahapan dalam mensistimasikan business kita gak?

Berikut ini adalah tahapan mensistimasikan business yang sedang kita jalankan:

1. Visi, alias tujuan bisnis kita. Kalo kita mau pergi, pertama tau dong tujuannya kemana. Nah itu dia VISI.

2. MISI apa itu Misi? yaitu Rute kita. Kita mau Ke surabaya, lalu biar sampai sana, lewat mana? rutenya itulah MISI.

3. Budaya (Value)

4. GOAL….

5. Struktur Organisasi, gak masalah Presdir, direktur, manager, semuanya isinya nama kita, GL GL (Gue Lagi Gue Lagi) tapi paling tidak sudah ada struktur organisi.

6. Jobdesc.

7. Indikator kesuksesan, maksute gini. Kita pengen semua team kita sukses, tetapi kita lupa mendeskripsikannya. Kaya misalnya di salon, Capster yang sukses itu yang kaya apa? kasir yang sukses itu yang gimana? Semua didefinisikan.

8. Manual Operasi, alias SOP.

9. Milestone atau tahapan business (Goal 3 bulanan)

Jadi deh si SISTEM. Nah jadi jangan takut duluan sama yang namanya sistem bisnis kita,hehe. Kalo bicara tentang business, sistemnya gak jauh – jauh dari 3 hal : 1.Sistem Marketing 2, Sistem Kontrol 3 Sistem HRD. Yah udah ketiganya ini kita utak atik aja dengan tahapan – tahapan sistimasi yang tadi sudah saya jabarkan.

Back to pertanyaan pak andika, setelah kita meleverage business, kita sudah ada sistemnya, kita kan mulai focus ke TEAM BUILDING, parameternya apa? Bisnis kita bisa jalan tanpa kita karena sudah dijalankan oleh Winning TEAM yang solid dan kuat. Lanjut ke sinergy dengan team dan ke result.

Semoga jelas ya pak andika.

Jonru
Ok terima kasih Bu Yulia. Lanjut ke penanya berikutnya, Ardian Sy. Silahkan.

Ardian Sy
Terimakasih pak moderator. Bu Yulia, penjelasan 6 step dari brad sugar barusan sangat membantu memahami tahapan bisnis. Pertanyaan saya sederhana saja dari ke 6 tahapan itu kira – kira kesulitan – keculitan apa saja yang ditemu dalam perjalanan? Juga berdasarkan pengalaman bisnis bu Yulia di MoZ5 atau yg lainnya. Mohon bisa di share pengalaman menyelesaikan tiap kesulitan yang di temui dalam tahapan itu. Sekian dulu, makasih.

Yulia -Moz5
Pak Ardian, yang sulit sih gak ada. Akan sulit kalo kita gak ada gambaran sama sekali. Gini misalnya, waktu saya awal berbisnis buta banget. Semangat aja.

Kesulitan – kesulitan sih pasti ada tapi biasanya sifatnya teknis ya. Yang pasti kalau kita tahu tujuan kita, dan tahu kita dalam posisi mana, tahapan mana, insyaallah lebih mudah kita menjalaninya. Akan beneran menjadi sulit kalo kita tidak tahu sama sekali posisi kita, keadaan kita, apalagi tujuan kita berikutnya.

Ardian Sy
OK, kalo belum puas ntar disambung ya.

Jonru
Ok selanjutnya Pak Maulana, dipersilahkan.

maulana nih
Thank you Pak Jonru, nama Fico, 26, pria. Pertanyaan saya sederhana bu, ketika ibu memilih kandidat investor. Bagaimana cara ibu memilih investor yang memiliki passion yang sesuai dengan visi bisnis ibu? Tolong tips dan kiat kiatnya. Itu saja dulu ibu.

Yulia -Moz5
Memilih kandidat dengan passion yang selaras visi ya, agak ribet memang pak. Ada tahap seleksi dengan isian kemudian yang menentukan sekali adalah pada tahap pengenalan.

maulana nih
Mungkin pengalaman ibu saja dapat diceritakan.. makasih..

Yulia -Moz5
Awalnya mengembangkan kemitraan memang saya masih menggunakan tahapan seleksi yang masih sederhana. Gak ketat – ketat amat, tapi makin lama makin pinter dong, mulai bisa mengidentifikasi mana sih yang gak sesuai, mana sih tanda – tanda awal dia gak match sama visi kita.

Memang perlu invest waktu untuk saling kenal, ngobrol, ngopi bareng, cerita ini cerita itu, ntar lama – lama keliatan wah bisa lanjut nih. Tapi gak sedikit juga dari tahap awal atau dari isian kuesioner udah keliahatan bahwa dia gak match dengan visi kita.

Bisa jadi kita juga salah, tapi prinsipnya lebih baik kita kehilangan orang yang benar, dari pada kita dapat orang yang tidak tepat. Untuk mendapatkan orang yang tepat memang musti invest di waktu, tenaga dan fikiran, tapi insyaallah hasilnya sebanding.

Salah satu tipsnya rajin – rajin bertanya pak Fico. Tanya apa aja, hobbynya, buku yang dibaca, langganan majalah apa, weekend ngapain aja, nonton tv acara apa? bagaimana dia memandang kehidupan yang dijalanin sehari-hari, dan yang penting juga tanyakan APA YANG DICARI? APA ARTINYA BISNIS INI UNTUK DIA?

Jonru
Ok thanks Pak Fico. Penanya berikutnya, Bujang Bogor. Silahkan.

bujangbogor
Terima kasih pak momod. Nama Ma’mun, pria. Wah saya kurang gaul nih, jadi belum baca tahapan – tahapan Brad Sugar itu. Kalau menurut bu Yulia, apakah semua bisnis bisa menjalani tahapan itu? Melirik bisnis itu termasuk komoditas, atau kurang sustain.

Misal, dulu ramai buka wartel, terus abis, artinya tidak sustainable. Kalau kasus mutahkir, katakanlah bisnis counter pulsa/hp. Kalau kata pak Junaedi ini adalah bisnis sejuta umat, apakah bisa mencapai tahapan – tahapan itu? Sering saya melihat, pebisnis counter pulsa, cepat sekali membuka cabang. Apakah ini karena takut kehilangan momen seperti wartel itu? atau memang cepat sekali menapaki tahapan Brad Sugar.

Yulia -Moz5
Bukan bisa pak, tapi harus melalui semua tahapan. Sering kali gagal di tahapan niche. Karena yah itu tadi harus bisa menang di persaingan pasar dengan bermain di ceruk pasar. Yah kan untuk leverage bisnis juga pak. Kalau dengan 3, 4, 10, 15 cabang effortnya sama dengan 1 cabang, kenapa gak buka banyak cabang, asalkan memang sudah masuk itung – itungannya.

Gini kita buka cabang untuk apa sih? idealnya kan untuk menambah pemasukkan usaha kita dengan jemput bola. dengan memudahkan juga pelanggan untuk mengakses kita. Juga untuk nge tes sistem business yang sudah kita buat, berjalan tak di cabang?

bujangbogor
Ok, jadi sebetulnya kalau memang merasa layak, langsung buka cabang untuk leverage itu ya.

Yulia -Moz5
Gitu juga untuk kasus konter pulsa, untuk meningkatkan pemasukkan yah banyak – banyak buka counter, toh effortnya juga tidak terlalu berbeda dengan 1 counter.

bujangbogor
Bukan apa – apa, ternyata buka cabang itu ternyata tidak mudah ya, terutama dalam hal SDM. Ok bu Yulia, saya rasa cukup. Antrian masih panjang. Thanks ya. Silakan pak momod.

Jonru
Ok. Silahkan penanya berikutnya.

siuhik
Maaf bu pertanyaan saya sangat sederhana karena memang belum punya bisnis besar seperti penanya yang lain saya Siwi, masih amphibi. Maaf kalau agak OOT ya bu? nggak ikut dari awal, Bu kalau masih amphibi dan ingin terjun TDA, apa sinyal yang harus kita ikuti? langsung keluar aja, atau sudah ada bisnis yg mulai membesar? atau ada yang lain bu? mohon pencerahannya Bu trus tips dan kiatnya untuk bisa tahu puzzle kita?

Yulia -Moz5
Mba Siwi pertanyaan yang sangat menarik, terus terang selama ini banyak sekali yang bertanya kepada saya pertanyaan yang sama.

Jonru
Itu pertanyaan sejuta umat para TDB kayaknya.

Yulia -Moz5
Gini, kalo bicara tentang bisnis kebanyakan kita permasalahannya gak jauh – jauh dari: Modal, Bisnis apa?, Pasarnya bagaimana, support dari keluarga, dan lain lain. Itu kan faktor external ya?

Tapi pernah gak kita tanyakan sama diri kita sendiri, apa ya yang saya cari? saya ini siapa ya? kehidupan seperti apa ya yang saya inginkan? Artinya, bertanya kedalam (nunjuk ke dada hehe) Begitu juga saat kita mau berbisnis. Ok, tapi jawab dulu dong, apa benar bisnis ini adalah panggilan saya?

siuhik
Nah itu dia. Kadang bisnis ini kayaknya ga cocok buat saya, bisnis itu kayaknya ok deh nah gimana kita tahu puzzle kita kalo masih kutat ama itu – itu aja.

Yulia -Moz5
Apa benar bisnis ini bisa mengantarkan saya kepada impian – impian saya? Jangan – jangan kita berbisnis karena kita merasa HARUS BERBISNIS, kenapa HARUS?? yah abis semua orang berbisnis sih, katanya ini yang terbaik. Nahhh Lhoooo.

Yah kita akan selamanya berkutat disitu – situ aja, kalo kita belum bisa menjawab siapa sebenarnya saya ini apa sih passion saya, apa sih yang saya selalu antusias menjalankannya.

Bagaiamana kita bisa memilih suatu bisnis yang tepat kalau kita juga tidak tahu siapa diri kita, apa yang kita mau, apa passion kita, apa KEGAIRAHAN TERBESAR kita.

Cari bu..cari…kalo kita udah dapet itu, TRINGGG semua akan jadi petunjuk buat kita, kemana kita berikutnya harus melangkah. Kadang orang sibuk berkutat di modal, di visibility studies, riset pasar, begitu bisnis jalan, suatu saat BUGGGG bertanya – tanya “Apa iya ya ini yang saya cari?? eh apa bener ya yang saya jalankan ini. Nah lohh. Hehe pengalaman pribadi soalnya.

siuhik
Sip deh Bu, boleh dilanjut diluar ya? Maturnuwun atas pencerahannya.

Yulia -Moz5
Jadi kembali lagi, jawab ya pertanyaan – pertanyaan mendasar itu, karena kalo kita sudah tau jawabannya, semuanya akan jadi petunjuk, apa kah harus bekerja, atau langsung di bisnis, kita akan tau sendiri.

Jonru
Ok deh, thanks Bu. Sekadar referensi, bagi teman – teman yang belum ketemu passion-nya, mungkin bisa baca tulisan saya ini: www.jonru.net/ingin-menemukan-lentera-jiwa-ini-kiatnya. Oke Pak Iwan gimana, sudah siap untuk bertanya?

Nur Iwan Setiawan
Oke. Mengenai awal mula ibu terjun ke dunia bisnis, dari sekian jumlah dana yang dikeluarkan, hasilnya gimana bu, untung atau rugi? Oya, saya Iwan 26 Male.

Yulia -Moz5
Alhamdulillah Untung Pak.

Nur Iwan Setiawan
Pernah ga ibu mengalami pengeluaran lebih besar dari pendapatan? kalau pernah, gmn cara keluar dari masalah tersebut kalau belum, gimana kiat ibu?

Yulia -Moz5
Waduh pak, selama ini sih belum pernah ya. gini awal – awal saya berusaha, keuntungan – keuntungan yang didapat gak langsung saya simpan untuk mengembalikan modal, tetapi diputer lagi untuk menambah modal lagi. Kan konsepnya salon bertumbuh, awalnya satu lantai, kemudian dua lantai kemudian melebar kesamping, kemudian buka cabang, buka cabang gitu.

Nur Iwan Setiawan
Ok cukup Pak Momod, maksih bu.

Jonru
Ok kita ada waktu sekitar 10 menit lagi. SIlahkan kita beri kesempatan buat 2 penanya lagi.

Yulia -Moz5
Sambil nunggu pertanyaan lain, saya ingatkan teman – teman ya 3 sistem dalam bisnis. Yaitu sistem marketing, sistem kontrol, dan sistem SDM. Itu yang menjadi tugas utama kita pada awal – awal membangun bisnis.

Jonru
Oke kita persilahkan buat penanya berikutnya ya. Silahkan buat ylabdo. Kalo gak ada, silahkan buat w4w4l.

w4w4l
Ok thanks, wawal 31th, pria. Bu kalau untuk yang new produk alias produk yg baru untuk bisa diterima pasar dengan cepat gimana yah.

Yulia -Moz5
Wah saya juga gak ahlinya ya tapi dari referensi – referensi yang selama ini saya dapatkan, pertama kita harus mengenal target market kita.

Mengenal loh bukan sekedar tahu. Dengan mengenal dan akrab kita akan tahu apa sih kebutuhan mereka, apa sih yang mereka mau, apa sih yang mereka hargai, nilai-nilai apa yang mereka anut. Apa saja permasalahan – permasalahan mereka,

w4w4l
Ok misal target pasar kita tahu tapi kayaknya butuh edukasi yang lumayan menyita waktu dan uang.

Yulia -Moz5
Kalo ini kita pahami dengan benar, maka mudah sekali kita menciptakan produk atau jasa yang memberikan solusi buat mereka.

w4w4l
Dan masalahnya saya sekarang TDB jadi ga bisa fokus bener.

Yulia -Moz5
Hehe itu sudah bisa menjawab pak, yah memang harus edukasi pasar juga, dan pastinya ada waktu dan uang yang harus kita INVESTASIkan. Kata Pak TDW, marketing itu kan Memberikan penawaran atau Mengingatkan hehe. Ok, pak wawal ditunggu kabar gembiranya ya.

w4w4l
Ok thanks alot bu.

Jonru
Berhubung sudah jam 4 sore, acara kita selesaikan. Kalau mau lanjut informal dipersilahkan. Dari saya, pak arief dan tim moderator mengucapkan terima kasih. Buat Bu Yulia, juga teman – teman lain, maaf bila ada yang kurang. Sampai ektemu lagi, wassalam.

sumber:

http://junaedi2010.blogspot.com/2008/11/6-langkah-pengembangan-bisnis-dibalik.html

Kategori: Tak Berkategori
Ditandai: ,

Bisnis Sari Tebu di Mall, Sekolah, Kolam Renang

November 8, 2008 · & Komentar

Mungkin banyak diantara kawan-kawan yang sering melihat penjual air perasan tebu dijual di pinggir jalan. Peminatnya pun tidak sedikit. Namun, banyak pula penggemar air tebu yang masih segan untuk mengkonsumsinya karena alasan kebersihan. Maklum, sari tebu yang dijual di jalan sangat terbuka. BAtang tebu diperas berulang-ulang dengan pemeras dua silinder yang terbuka sehingga air tebu sangat rentan terkontaminasi debu dan dihinggapi serangga.

Saya ingin memperkenalkan sari tebu yang diperas secara tertutup sehingga air perasan tetap terlindungi dari debu dan serangga yang beterbangan. Apabila ada rekan-rekan yang berminat untuk bekerjasama dengan saya, baik untuk pelengkap menu catering, ataupun berminat membuka usaha yang sama, silakan hubungi saya.

Ini counter milik saya:


Tempat mengalirnya perasan air tebu, tertutup dari debu dan serangga, seperti ini:

Karena hanya 1x giling, ampas tebu akan langsung masuk ke penampungan di bawah counter setelah keluar dari lubang ini tanpa perlu digiling berulang-ulang:


Beginilah bentuk lemari counter dilihat dari belakang. Batang-batang tebu yang belum digiling disimpan dalam tempat tertutup sehingga counter terlihat simpel dan bersih. Perhatikan kantong plastik hitam disebelahnya, itu adalah tempat ampas tebu yang langsung ditampung setelah digiling sehingga counter tidak kotor.


Sari tebu yang saya jual, dikemas seperti dibawah ini. Dalam botol ukuran 500 mL dan gelas plastik ukuran 14 OZ, lebih besar daripada ukuran gelas rata-rata yang dijual orang. Perhatikan jinjingan gelasnya, unik, kan? Buat rekan-rekan yang pernah ke Singapura ini bukan barang baru.


O,ya..tambahan lagi…saya hanya menggunakan tebu dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. Setelah saya mencicipi beberapa macam tebu yang dihasilkan dari beberapa daerah di Indonesia, tebu dari Jawa Timur rasanya paling manis dan segar. Tebu Jawa Tengah juga segar, hanya kadar manisnya kurang dari tebu Jawa Timur. Tebu dari Lampung manis juga, hanya kurang segar dan cepat sekali berubah warna setelah digiling.

Tertarik untuk menjadikan minuman tebu ini sebagai pelengkap usaha catering atau menu acara kawan-kawan?

Atau ingin membuka usaha sendiri? Silakan hubungi saya murah kok … mesinnya saja cuma Rp 7jt an… kalo konternya silahkan anda berkreasi sendiri hub Samudra Wibowo 081619220879

Sumber :

http://restiv.multiply.com/journal/item/7

=======

Atau ingin membuka usaha sendiri? Silakan hubungi saya murah kok … mesinnya saja cuma Rp 7jt an… kalo konternya silahkan anda berkreasi sendiri hub Samudra Wibowo 081619220879

Kategori: Mesin Juicer
Ditandai: , ,

Musin Hujan telah tiba…. Omset??????

November 3, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Hujan wah pati macet…….Kalau anak-anak memang senang hujan, supaya bisa ber hujan2an…dan herannya nggak masuk angin ya…..coba kalau udah tua, kena gerimis aja bisa sakit “flu”
Semoga hujannya tak membawa banjir

Payung, Raincoat, Sweeter, pasti jadi berguna lagi.
Sekarang kalo saya perhatikan, kenapa kota yang sudah metropolis Suka banjir ya…?
Jakarta salah satunya, Medan, Bandung, Surabaya, Balikpapan, Surabaya juga kini banjir.
Coba bandingkan dengan kota yang belum besar/metropolis. Biasa aja, nggak pernah banjir

Terus terang hal ini menjadi salah satu kekhawatiran tersendiri bagi saya sebagai pelaku bisnis es krim di daerah Jakarta. Hujan yang rutin mengguyur Jakarta di awal Desember ini seakan merefleksikan omset harian toko. Jika hujan datang maka omset pun turun, setidaknya itu yang terjadi seminggu kemarin. Ini benar-benar menjadi tantangan baru yang harus kembali kami jawab. Dan saya yakin selalu ada solusi dari setiap tantangan yang datang.

Meskipun hujan saya berharap tidak banjir…. tetapi saya berharap banjir rejeki…

Kategori: Tak Berkategori
Ditandai: ,