Pantesan gak cair kreditku…

Kalo baca baca berita akhir-akhir ini pantasan aja… kreditku gak cair-cair… ya memang lebih baik sepertinya saat ini tunda dulu untuk mengajukan kredit mungkin dengan kejadian ini Tuhan telah memiliki rencana lain untuk kegiatan usahaku.. Amin.

=====

Serba Hati-hati Untuk Kredit
Wahyu Daniel, Angga Aliya ZRF – detikFinance


Foto: Dok detikcom

Jakarta – Situasi pasar finansial dunia yang sedang limbung membuat siapapun siaga satu. Tak hanya nasabah, bank pun memilih untuk berhati-hati untuk masalah kredit. Semua seolah tak mau kondisi tahun 1998 terulang.

Ketika krisis moneter datang 10 tahun silam, suku bunga menggila hingga 50 persen. Debitor limbung tak bisa membayar, sementara kreditor langsung terhantam kredit macet. Perekonomian pun terpukul habis-habisan.

Belajar dari krisis di masa silam, orang kini lebih waspada dan bersabar. Dari sisi nasabah yang ingin kredit, mereka kini memilih bersabar ketimbang harus menghadapi tingginya suku bunga.

“Tunggu suku bunga turun dulu, sekarang semuanya sedang serba tidak pasti. Daripada nanti malah rugi,” jelas Tama, pegawai swasta yang hendak mengajukan kredit kendaraan bermotor ini.

Sementara dari pihak perbankan pun memberikan kredit secara selektif dan sangat terkontrol. Seperti yang disampaikan Direktur Consumer BNI Darwin S, bahwa bank pelat merah itu kini lebih selektif dalam mengucurkan kredit konsumsinya dan menahan pertumbuhan kreditnya, guna menghindari terjadinya NPL di tengah tingginya suku bunga, namun bukan berarti menghentikan kucuran kreditnya.

“Kredit konsumsi tetap jalan, kan masing-masing bank berbeda nasabahnya, tapi kita sangat selektif dan mengontrol ketat dalam pengucurannya,” jelasnya di Gedung Landmark, Jakarta, Kamis (20/11/2008).

Darwin mengakui, kondisi pengucuran kredit yang selektif dan terkontrol ini mulai dilakukan perseroan sejak bulan September 2008 lalu, dengan mulai mengetatnya kondisi likuiditas dan tingginya suku bunga.

“Jadi untuk kredit konsumsi seperti KPR kita tidak menghentikan namun selektif dan terkontrol. Kredit kendaraan juga sama, kita tidak terlalu gencar,” imbuhnya.

Dijelaskan Darwin, untuk pertumbuhan kredit, perseroan akan menahan laju pertumbuhan di level pencapai pada kuartal III-2008. “Saya lupa berapa angkanya, tapi kita stay pertumbuhannya, tidak naik, kita menjaga pertumbuhan di kuartal IV-2008 sama seperti kuartal III-2008,” katanya.

Dia juga mengatakan untuk 2009, di tengah situasi ekonomi yang belum pasti, dirinya belum bisa mengatakan berapa target kredit yang akan diraih. “Itu tergantung bagaimana situasi pada kuartal IV-2008 ini, namun sepertinya 2009 tidak akan seagresif 2008,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Direktur Utama BNI Felia Salim mengatakan saat ini untuk pengucuran kredit, perseroan sudah melakukan pendalaman agar proses kehati-hatian lebih ditekankan.

“Kita ingin lebih konservatif di sektor-sektor tertentu, seperti kredit konsumsi akan sangat selektif,” katanya. Pada kuartal III-2008, secara keseluruhan kredit BNI dikatakan Felia sudah tumbuh 20% sesuai target.

Demikian pula Dirut Bank Mandiri Agus Martowardojo mengatakan pihaknya akan tetap melakukan ekspansi namun dengan lebih hati-hati. Hal itu terlihat angka pertumbuhan kredit Bank Mandiri yang secara konsolidasi masih mencapai 33%, meski mulai surut pada kuartal IV-2008.

Namun dari sisi likuiditas, Agus menilai bahwa saat ini sebenarnya kondisinya saat ini masih membaik. Hal ini terlihat dari Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan yang terus meningkat. Berdasarkan data BI, DPK perbankan per September mencapai Rp 1.601 triliun, meningkat dibandingkan DPK Agustus yang hanya Rp 1.528 triliun.

“Jadi kalau DPK bulan-bulan ini lebih tinggi peningkatannya dibanding kredit, itu menunjukkan bahwa semakin likuid pasarnya. Itu juga menunjukkan bahwa itu salah satu sumber yang besar yaitu pengeluaran pemerintah semakin lancar, dana dari masyarakat meninggi dan DPK meningkat,” jelas Agus.(qom/ir)

Jakarta – PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) tetap melakukan pengawasan ketat terhadap penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR). Bahkan BNI akan tetap mempertahankan porsi KPR dan kredit kednaraannya pada tahun depan.

Pada tahun 2008 ini total portofolio kredit BNI mencapai Rp 110 triliun, dimana 14% diataranya untuk KPR dan kredit kendaraan.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Bank BNI Achmad Baiquni saat di temui di Hotel Dharmawangsa Rabu (19/11/2008).

“Kalau sekarang consumer itu hampir 13% sampai 14% termasuk KPR dan car loan, tahun depan kita akan tetap menjaga dengan komposisi seperti ini,” katanya.

Ia menegaskan bahwa BNI akan tetap selektif terhadap penyaluran kredit konsumer dan akan tetap menyaluran kredit KPR, meski harus melihat prospek setiap proyek atau debitor.

“Kalau proyeknya bagus kenapa nggak, bank itu nggak pernah berhenti. Jadi selektif saja, kesannya selama ini digenarilisir bahwa bank menghentikan, karena yang kita lihat proyeknya, kalau proyeknya bagus ya kita tetap saja,” ujarnya.

Menurutnya sekarang ini kredit-kredit sektor properti termasuk KPR sangat tergantung dengan lokasi pengembangan suatu kawasan, apabila lokasinya belum padat akan menjadi pertimbangan utama perbankan.

“Ada daerah yang jenuh, ada yang belum jenuh kita masuk juga. Intinya kondisi seperti ini kita mempertajam dengan lebih berhati-hati,” tandasnya.

BTN Pilih-pilih Nasabah untuk KPR
Wahyu Daniel – detikFinance


(Foto: dok detikFinance)

Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (BTN) sampai saat ini masih terus mengucurkan kreditnya terutama KPR (Kredit Kepemilikan Rumah) yang menjadi bisnis utamanya. Namun BTN mulai selektif memberikan kredit ke masyarakat.

Direktur Utama BTN Iqbal Latanro mengatakan BTN masih terus memberikan kreditnya kepada masyarakat, namun selektif.

“Karena kalau tidak (selektif), maka pada tingkat (bunga) seperti ini akan menimbulkan permasalahan atau NPL, karena itu kita perlambat,” jelasnya saat dihubungi detikFinance di Jakarta, Rabu (19/11/2008).

Iqbal mengatakan saat ini pertumbuhan kredit BTN sudah tinggi yaitu mencapai 36%. “Tingkat ini merupakan pencapaian yang sangat baik, saat ini kita harus kendalikan tingkat kredit tersebut, kalau tidak bisa muncul masalah,” katanya.

Kemudian alasan kedua BTN menahan laju pertumbuhan kreditnya adalah karena belum adanya kepastian mengenai situasi ekonomi ke depan di tengah situasi krisis yang terjadi.

“Ketiga, karena saat ini bunga sudah tinggi, maka banyak orang yang sudah tidak mau ambil kredit,” imbuhnya.

Walaupun begitu, Iqbal mengatakan saat ini masih ada nasabah yang mengajukan KPR ke BTN, dan kredit sebenarnya masih bisa bertambah karena permintaan masih cukup besar.

“Tapi kita harus selektif agar tidak ada masalah,” pungkasnya.

Sebelumnya Ketua Kadin MS Hidayat di sela-sela mengikuti kunjungan bilateral Presiden SBY dengan Presiden Brazil Luiz Inacio Lula Da Silva di Istana Presiden Palacio Planalto, Brasilia, Selasa (18/11/2008) seperti dilaporkan reporter detikcom, Arifin Asydad mengatakan pengucuran KPR dihentikan sementara, karena nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah.

“Saya mendapat kabar bahwa kredit KPR semua dihentikan, karena ada kesulitan mendapatkan likuiditas di perbankan, sehingga menentukan tingkat suku bunga. Anda tahu deposito sekarang ditawarkan 15% dan lending rate sudah di atas 20%,” kata Hidayat.

Tentang Admin

Anak manusia yang sedang memulai usaha.. ice cream keliling... Moga-moga bisa keliling Indonesia atau dunia... kali ya...
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s