Cerita Kecil Konsumen Restomesin

Berjalannya waktu tak tersa sudah dua tahun ini menjalani bisnis on line, menurut pakar marketing disaat krisis melanda seperti saat ini hal yang tahan dengan badai krisis adalah marketing dengan internet karena apa gratis sekali lagi grati… tis.. bandingkan dengan marketing melalui radio televise Koran semuanya berbayar dan belum tentu hasilnya memuaskan… betul kan.., Toh sekarang ini kalo kita perhatikan berita di Koran televise kalo dibandingkan dengan internet sudah “basi”.

Demikian juga salah satu strategi bisnis untuk bertahan saat ini adalah dengan memberi kemudahan customer untuk memiliki produk yang kita jual. Trus gimana caranya baut catalog cetaknya mahal… nah menyiasatinya ya dengan website ini jadi katalognya, hanya saja daya akses katalog online ini sungguh tak terbatas oleh lokasi toko berada dan juga jam bekerja toko tersebut., calon pembeli bias liha foto ata brosur kita emang sih masih ada kelemahannya kadang ada konsumen yang gak puas kalo gak lihat di depannya sendiri dengan matanya sendiri dipegang di rasakan…

Nah selama menjalani bisnis on-line yang masih dilakoni sendiri mulai jawab email sendiri, terima telepon sendiri, ketemu pembeli sendiri, ngantar konsumen lihat ke workshop sendiri, cek rekening sendiri, kirim barang sendiri kan emang gitukan awal memulai usaha kita harus jadi bos… kadang juga saya pernah bilang ke konsumen “ pak/ibu saya disuruh oleh bos saya untuk ketemu ibi/bpk… lucu ya… sepertinya kalo tes casting lulus kali ya jadi peran bos, pembantu, sopir, cs hehehehehe

Namun saat ini aku gak cerita marketing pelum pakar bos… aku mau cerita kentang karakter konsumen online yang pernah beli atau pesan atau pesan tetapi gak jadi bayak lah yang bikin ketawa kecewa senang dan kaget. Ok guys… ikutilah ceritanya…

A. Pilih barang , jumlah dan alamat pengiriman jelas tapi kemudian Batal

Awalnya biasanya sms atau pelangan langsung telepon nanya barang, spesifikasi, ready stok apa indent dan tentunya harga… tawar menawar dan deal dan cara transaksi. Setelah tahu saya minta DP 20% untuk ditransfer ke rekening perusahaan , Sambil menunggu DP masuk biasanya saya dan tim akan menyiapan packing dari kayu palet tahu sendirikan hampir seluruh barang yang aku jual adalah besar dan berat hehehe mesin gitu lo…karena begitu DP Masuk barang langsung kirim ke perusahaan pengiriman barang langgananku atau pilihan pelanggan. Nah disini ni biasanya kalo sampai batas waktu yang disepakati konsumen blom kirim DP aku telepon atau SMS atau email. Yang namanya belum rejeki, pelanggan tersebut membatalkan secara total pesanan itu dengan alasan ada kepentingan lain yang mendadak. Waduh…lemesss banget deh rasanya… ya namanya blom rejeki yang kan … tapi tetap semangat. Jadi biasa aja deh kalau yang begini. Tapi akhirnya kami jadi aware untuk customer2 seperti itu jika dateng orderan lagi, prioritas nya menjadi nomer yang kesekian, karena terus terang aja kami sangat mem-prioritaskan mereka yang mudah bekerjasama dengan kami.

B. Telepon, Cek Barang dan Transfer .. Selesai

Ada beberapa konsumen yang sudah sangat percaya dengan keseriusan kami berbisnis dan langsung telepon atau sms kemudian mengirimkan uang . Biasanya setelah transfer mereka hanya “Pak tolong dikirm secepatnya ya dan di cek in mesinnya supaya begitu sampai bias langsung dipakai …” Kalo terima pesan seperti ini aku jawab siap Bos….beres . Diberi kepercayaan seperti itu tentu saja saya pribadi senang dan malahan berusaha memberikan terbaik yang kami miliki untuk konsumen seperti ini, tentunya dengan harapan repeat order yang cepat akan segera datang kembali.

C. Pesan barang yang tidak ada..

Nah kalau pengalaman yang satu ini lucu banget deh, ada yang minta barang yang tidak ada digudang kami tetapi “pokoknya tolong dicariin barang tersebut soalnya mau langsung dipake…” Kalo sudah bilang “pokoknya” ya terpaksa deh mencarikan barang tersebut soalnya konsumen tersebut udah percaya ke kami dan biasaya yang begini ini mudah kerjasama dengan kami. D. Membandingkan harga dan diskount Yang jualan barang seperti yang saya juala di website ini kan bagitu banyak. Tapi ada lho pelanggan yang ternyata membanding-bandingkan harga dan diskount … bagi kami itu wajar aja… yang namanya beli kan cari yang paling murah betulkan ….. selisih sedikit ajaa udah puas… Bagi kami pribadi itu wajar meskipun kadang tidak bias meluluskan permintaan konsumen tersebut… maaf ya…to penjual kan punya kelebihan dan kekurangan masing2…

D. Janji Transfer 50% dulu, selebihnya setelah barang diterima

Kejadian seperti ini tidak akan kami setujui. Karena mungkin ada beberapa pelaku bisnis online yang tidak komit dan jujur terhadap transaksi yang masuk melalui website mereka, namun ada beberapa pelanggan yang benar2 berhati-hati dalam melakukan pembelian via internet jelas dong namanya uang masa keluarnya gak ati-ati kan carinya susah jadi jangan sampai ketipu. Begitu ditransfer barang gak dikirim ke tujuan.

Wajar kalau customer yang baru pertama kali agak sedikit meragukan kejujuran pelaku bisnis online. Saya juga pernah beberapa kali menerima order dari luar pulau yang meminta saudaranya untuk mengunjungi langsung workshop kami sebelum mereka melakukan transaksi berjuta-juta, gak masalah toh alamat kami jelas rumah kami jelas workshop kami jelas mudah dijangkau. Biasanya setelah melihat bentuk fisik workshop meraka baru yakin bahwa kami komit 100% terhadap penawaran dan produk-produk yang kami jual diwebsite memang benar ada barangnya bukan penipuan.

Namun ada juga pembeli yang maunya DP 50% dan melunasi sisanya setelah barang diterima. Kalau ada permintaan seperti ini seberapa besar pun orderannya tidak akan kami layani.

Ini adalah bentuk kewaspadaan dari pihak penjual, karena itikad baik dari pihak pembeli jelas saja kami belum tahu, tapi kalau itikad baik dari kami sebagai penjual yang ingin kredibel didunia maya (website) tentu saja kami akan berusaha semaksimal mungkin menjaga nama baik dengan cara memenuhi dan mengirimkan semua orderan sesuai pesanan

Karena apa, prinsip dasar bisnis online adalah kepercayaan sekali membuat kesalahan, pembeli bisa menulis di media, di dunia maya email, milis atau surat pembaca online, forum dunia maya dll yang tidak bisa saya kontrol dan itu akan berakibat kepada kelangsungan usaha online kami.

Sekali membuat kesalahan akan susah memulihkan kepercayaan tersebut.

Usaha ini kami dirikan adalah tujuannya untuk mencari rejeki yang barokah dan halal sesuai jalan Allah dan bisa menjadi besar.

Semoga bermanfaat

Salam sukses

Samudra Wibowo

081519220879

Tentang Admin

Anak manusia yang sedang memulai usaha.. ice cream keliling... Moga-moga bisa keliling Indonesia atau dunia... kali ya...
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Cerita Kecil Konsumen Restomesin

  1. David berkata:

    MENGGUGAT PUTUSAN SESAT HAKIM BEJAT

    Putusan PN. Jkt. Pst No.Put.G/2000/PN.Jkt.Pst membatalkan Klausula Baku yang digunakan Pelaku Usaha. Putusan ini telah dijadikan yurisprudensi.
    Sebaliknya, putusan PN Surakarta No.13/Pdt.G/2006/PN.Ska justru menggunakan Klausula Baku untuk menolak gugatan. Padahal di samping tidak memiliki Seritifikat Jaminan Fidusia, Pelaku Usaha/Tergugat (PT. Tunas Financindo Sarana) terindikasi melakukan suap di Polda Jateng.
    Ajaib. Di zaman terbuka ini masih ada saja hakim yang berlagak ‘bodoh’, lalu seenaknya membodohi dan menyesatkan masyarakat, sambil berlindung di bawah ‘dokumen dan rahasia negara’.
    Statemen “Hukum negara Indonesia berdiri diatas pondasi suap” (KAI) dan “Ratusan rekening liar terbanyak dimiliki oknum-oknum MA” (KPK); adalah bukti nyata moral sebagian hakim negara ini sudah terlampau sesat dan bejat. Dan nekatnya hakim bejat ini menyesatkan masyarakat konsumen Indonesia ini tentu berdasarkan asumsi bahwa masyarakat akan “trimo” terhadap putusan tersebut.
    Keadaan ini tentu tidak boleh dibiarkan saja. Masyarakat konsumen yang sangat dirugikan mestinya mengajukan “Perlawanan Pihak Ketiga” untuk menelanjangi kebusukan peradilan ini.
    Siapa yang akan mulai??

    David
    HP. (0274)9345675

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s