Hati-hati Memilih Yogurt!

Hati-hati Memilih Yogurt!
Pilih yogurt dengan bakteri yang masih aktif.
Jumat, 18/6/2010 | 08:21 WIB

KOMPAS.com – Masalah konstipasi jangan dianggap remeh. Tak hanya bikin perut tak nyaman karena seperti menampung sampah dalam usus, masalah pencernaan ini juga bisa menimbulkan komplikasi seperti maag, wasir, bahkan kanker usus besar. Untuk itu Anda perlu mengatur pola makan dengan banyak serat, serta olahraga teratur. Mengonsumsi yogurt juga dapat membantu mengatasi sembelit.

Namun jangan sembarangan memilih yogurt untuk mengatasi sembelit. Salah memilih yogurt membuat upaya pencegahan, apalagi pengobatan, menjadi tidak optimal.

Dr Regina Karim, Health Marketing Director dari Danone, menyarankan untuk memilih yogurt dengan dua kriteria, yakni:

1. Masa kedaluarsa kurang dari tiga bulan
Yogurt yang baik mengandung bakteri hidup. Bakteri inilah yang akan bekerja mengatasi masalah konstipasi. Lama hidup bakteri baik ini tidak lebih dari tiga bulan. Jadi jika Anda menemui yogurt dengan masa kedaluarsa sudah lebih dari tiga bulan, bakteri baik di dalamnya sudah tidak bekerja maksimal, atau bukan bakteri hidup yang dibutuhkan mengatasi masalah pencernaan.

2. Bukan produk UHT
Produk Ultra-High Temperature (UHT) merupakan produk yang dipanaskan, atau makanan yang melewati proses sterilisasi dengan suhu tinggi dalam jangka waktu tertentu. Produk UHT akan menyebabkan bakteri baik tersebut mati. Padahal, dibutuhkan bakteri hidup untuk mengatasi konstipasi.

“Sebaiknya konsumsi yogurt teratur dua kali sehari selama dua minggu, sebagai pengobatan sembelit. Lebih baik lagi sebagai pencegahan, dengan rutin mengonsumsinya setiap hari. Yogurt dengan bakteri hidup aman dikonsumsi setiap hari,” jelas dr Regina kepada Kompas Female, dalam acara pencatatan rekor MURI untuk “1.000 Perempuan Makan Yogurt Bersama” yang diselenggarakan oleh Activia beberapa waktu lalu.

Menurut dr Regina, rutin mengonsumsi yogurt juga tidak akan menimbulkan diare. Bahkan, katanya lagi, orang yang mengalami intoleransi laktosa aman makan yogurt. Orang yang mengalami intoleransi laktosa cenderung mengalami diare ketika minum susu, karena tubuhnya tidak bisa menyerap laktosa.

C1-10

Editor: din

Mengenalkan Manfaat Yogurt Bersama 1.000 Perempuan
1.000 perempuan memasyarakatkan manfaat yogurt untuk kesehatan pencernaan di Mal Artha Gading, Sabtu (12/6/2010). Acara ini diinisiasi oleh PT Danone Dairy Indonesia, dengan brand Activa.
Senin, 14/6/2010 | 08:11 WIB

KOMPAS.com – Lebih dari 1.000 perempuan dari PKK DKI Jakarta makan yogurt bersama di Mal Artha Gading, Jakarta, Sabtu (12/6/2010) lalu. Kegiatan untuk memperingati World Health Digestive Day (jatuh setiap 29 Mei) ini sekaligus juga menunjukkan kepedulian perempuan dalam mengkampanyekan pentingnya menjaga kesehatan percernaan.

Kegiatan berisi deklarasi dan makan yogurt bersama inipun mendapatkan rekor MURI dengan predikat “1.000 Perempuan Makan Yogurt Bersama”.

PT Danone Dairy Indonesia, dengan produk yogurt probiotik Activia, melihat kesehatan pencernaan masih menjadi masalah yang dihadapi banyak negara, termasuk Indonesia. Sayangnya, kesadaran masyarakat Indonesia untuk mengonsumsi yogurt masih rendah. Padahal yogurt menjadi salah satu cara untuk mencegah gangguan pencernaan.

Gift Samabandhu, Marketing Director PT Danone Dairy Indonesia, menegaskan, dibanding negara lain, konsumsi yogurt di Indonesia masih sangat rendah. Padahal, menurutnya, yogurt sudah lama dikenal masyarakat Indonesia.

“Kegiatan ini diharapkan semakin mendorong masyarakat menyadari pentingnya menjaga kesehatan pencernaan. Dan juga mulai mempertimbangkan mengonsumsi yogurt probiotik secara teratur,” kata Gift, sambil menambahkan bahwa konsumsi yogurt dianjurkan dua kali dalam sehari dan dilakukan rutin setiap hari.

Dr Regina Karim, Health Marketing Director dari Danone menambahkan, yogurt (Activia) aman dikonsumsi setiap hari sebagai tindakan preventif.

“Konstipasi merupakan masalah kronis yang terjadi terus-menerus. Jika hanya diatasi sekali hanya akan mengobati dalam waktu tertentu saja. Cara efektif mengonsumsi probiotik untuk mengatasi konstipasi adalah dengan berkala, dan tidak ada efek sampingnya,” papar dr Regina.

Yogurt juga bisa berfungsi sebagai pengobatan, dengan dikonsumsi rutin selama dua minggu. Efeknya, jelas dr Regina, yogurt bisa memperlancar BAB baik dari frekuensi maupun bentuk feses.

Yogurt membantu pencernaan agar bekerja lebih baik lagi. Namun pola makan dan gaya hidup juga turut mempengaruhi. Cukup makan serat dari sayuran dan buah perlu dipenuhi, begitu pula olahraga yang teratur.

C1-10

Editor: din

Yogurt Efektif Mengatasi Bau Mulut

Bakteri baik pada yogurt akan menyeimbangkan jumlah bakteri jahat di dalam mulut.

Senin, 31/5/2010 | 13:50 WIB

KOMPAS.com – Bau-bauan yang muncul dari dalam tubuh, seperti nafas yang bau, umumnya disebabkan oleh bakteri “jahat”.

Nafas yang tidak sedap bisa disebabkan oleh gigi yang membusuk, gusi yang tidak sehat, pencernaan yang buruk, bakteri helicobacter pylori yang bisa menyebabkan peradangan kronis di perut, atau sejumlah penyakit lain. Namun bakteri yang bercokol di dalam mulut bisa menjadi masalah besar.

Ada orang yang secara alami memiliki sedikit bakter jahat (pathogenic), dan kadar bakteri baik yang jauh lebih tinggi di dalam mulut. Sayangnya, hanya 2 persen dari populasi manusia yang masuk ke dalam kategori ini. Sisanya, alias kebanyakan dari kita, harus berusaha menyeimbangkan jumlah bakteri jahat dan bakteri baik tersebut.

Salah satu cara untuk menyeimbangkan jumlah bakteri baik tersebut adalah dengan menambahkan produk-produk susu fermentasi, seperti yogurt yang aktif, ke dalam menu makanan Anda. Mengonsumsi suplemen probiotik secara teratur juga disarankan, agar pertumbuhan bakteri jahat di dalam tubuh Anda bisa “diatur”.

Beberapa suplemen probiotik bekerja dengan mengurangi risiko pembusukan gigi pada gigi anak-anak. Dengan demikian problem gigi berlubang ketika mereka dewasa bisa dikurangi. Selain itu, tentunya, menurunkan risiko infeksi sekitar mulut.

DIN

Editor: din

Sumber: The Daily Mail


Pilih Yogurt dengan Bakteri yang Aktif

Baca dulu informasi pada label kemasannya.
Senin, 23/11/2009 | 10:30 WIB

KOMPAS.com – Kita tentu sudah mengetahui bahwa tubuh kita memiliki bakteri baik (disebut probiotik) yang mengatur keseimbangan flora di dalam usus atau saluran pencernaan. Saluran cerna ini harus selalu dijaga, agar kita akan terhindar dari masalah konstipasi maupun diare. Untuk kasus konstipasi, bakteri baik ini membantu memendekkan lama waktu transit usus dan memperbaiki keteraturannya. Sedangkan pada diare, probiotik menjaga kadar bakteri baik yang dapat menyeimbangkan infeksi virus dan bakteri penyebab diare.

Untuk menjaga kesehatan saluran cerna tersebut, kita perlu memastikan bahwa bakteri baik masih hidup. Untuk itu, bakteri baik harus “diternakkan” dengan bantuan makanan prebiotik. Makanan prebiotik ini bersifat meningkatkan komposisi mikroba yang menguntungkan (serta meningkatkan aktivitasnya), dan mengurangi mikroba yang merugikan dalam tubuh.

Prebiotik ini dapat kita temukan pada bahan makanan alami, seperti bawang merah dan bawang putih, kedelai, madu, pisang, dan kacang-kacangan. Bila ingin praktis, Anda bisa mengonsumsi susu fermentasi atau yogurt yang mudah diperoleh di supermarket. Namun untuk mendapatkan manfaat terbaik dari prebiotik ini, jangan sembarang membeli yogurt.

“Kita perlu rajin membaca label kemasannya,” ujar dr Samuel Oetoro, SpGK, saat ditemui usai seminar “Protection During Pregnancy” di Indonesia Maternity & Baby Expo di Jakarta Convention Center, Minggu (22/11).

Menurut dokter spesialis gizi klinik dari Semanggi Specialist Clinic ini, sebaiknya pilih yogurt yang pada label kemasannya menyebutkan unsur Lactobacillus, dan Bifidobacteria. Atau, setidaknya pada kemasan juga tertulis “live active cultures“. Jadi, yogurt atau susu fermentasi tersebut memang mengandung bakteri yang aktif.

Bagaimana bila yogurt yang kita nikmati ternyata tidak mengandung bakteri yang masih aktif?

“Memang tidak akan memberikan pengaruh buruk apa pun, tetapi kita juga tidak akan mendapatkan manfaatnya,” jelas dr Samuel.

Jadi, bila yogurt yang Anda simpan di lemari es ternyata tidak mengandung bakteri aktif, atau sudah expire, mengonsumsinya tidak akan memperbaiki kondisi pencernaan Anda.

Tentang Admin

Anak manusia yang sedang memulai usaha.. ice cream keliling... Moga-moga bisa keliling Indonesia atau dunia... kali ya...
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori dan tag , , , . Tandai permalink.