Indomie : Beli dan Makan Mie-nya Kecap-nya Ganti dengan yang Lain…

Cintailah produk dalam negeri.. Indomie sudah diproduksi dan di ekspor ke luar negeri puluhan tahun lamanya, hendaknya kita  sebagai warga indonesia bersikap arif dan bijaksana menyingkapi kasus ini, jangan terbawa isu-isu yang membuat kita terperosok,

lebih baik menunggu data yang lebih akurat dari pihak2 yang berkepentingan.. Kasus indomie bukan hanya pukulan telak bagi indofood tapi bagi kita juga, bagi pemerintah indonesia, karena nama indomie telah lama menjadi brand mie terbaik dan terlezat di luar negeri..

Jadi kita  masyarakat indonesia bersatu untuk tidak ikut-ikutan menyebar isu-isu yang belum benar kejelasannya berarti kita juga ikut berpartisipasi dalam meningkatkan perekonomian indonesia..

Atau solusi gampangnya beli dan makan mie- nya tetapi kecapnya ganti Bang*….. gampangkan….

Satu indofood satu indonesia.

salam sukses

Indomie di “blacklist” di Luar negeri
Oleh: Kompas | 10 Oktober 2010 | 21:37 WIB

Setelah Departemen Kesehatan dan Makanan Taiwan melakukan raziah
mendadak ke beberapa toko Indonesia, menyatakan mie instant produksi
Indonesia berbahaya dan dilarang jual. Menurut test yang dilakukan
oleh Departemen Kesehatan Taiwan, Indomie memiliki 2 bahan pengawet
yang tidak lolos dalam klafikasi barang import yaitu mie instant yang
memiliki bahan pengawet Hydroxy methyl benzoate dan bumbu instant
dengan bahan pengawet Benzoic acid.

Kepala administrasi bagian medicine food Wang Shu Fen menyatakan
Hydroxy methyl benzoate biasanya dipakai untuk bahan kosmetik lotion,
Taiwan sendiri melarang memakai bahan pengawet ini di dalam makanan
sedangkan Benzoic Acid dipakai untuk bahan pengawet makanan tapi
dilarang dipakai di mie instant. Bahan pengawet ini jika konsumsi
berkepanjangan akan merusak kinerja liver, sakit maag, muntah dan
keracunan Asidosis metabolik (代謝性酸中毒)

Di Taiwan beredar dua kualitas berbeda

Di Taiwan sendiri, beredar dua kualitas berbeda yaitu kualitas layak
ekspor dan kualitas dalam negri. Belum diketahui pelarangan mie
instant ini untuk seluruh kualitas atau hanya kualitas dalam negri
yang sempat “lolos” ke luar negri.

“Tamparan” keras oleh Depkes Taiwan tentu saja tidak hanya dirasakan
oleh para penjual, tetapi lebih terasa oleh pemerintah Indonesia
sendiri mengenai quality control produk ekspor. Bagaimana cara produk
dalam negri bisa lepas ke luar negri, menjadi pertanyaan yang harus
dijawab oleh pemerintah Indonesia!

Dibalik kejadian ini, jika Depkes Taiwan menyatakan produk mie instant
Indonesia berbahaya untuk dikonsumsi, bagaimana di Indonesia? Apakah
pemerintah Indonesia tidak peduli dengan kesehatan penduduknya?
Sedangkan kita tahu produk yang kali ini di “blacklist” oleh
pemerintah Taiwan, hampir dikonsumsi oleh setiap pelosok masyarakat
Indonesia.

Tentang Admin

Anak manusia yang sedang memulai usaha.. ice cream keliling... Moga-moga bisa keliling Indonesia atau dunia... kali ya...
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.