Es Krim yang Bikin Hangat

Es Krim yang Bikin Hangat
Inggried Dwi Wedhaswary

KOMPAS.com – BANYAK orang yang mengganggap minum jamu itu tidak enak. Rasanya pahit atau aroma yang menyengat membuat orang enggan minum jamu. Namun, kalau jamu itu diubah ujudnya menjadi es krim selera Anda akan terjaga.

Sejak ratusan tahun lalu, nenek moyang bangsa Indonesia terkenal pandai meracik jamu dan obat-obatan tradisional. Beragam tumbuh-tumbuhan, akar-akaran, dan bahan alami yang lainnya diracik menjadi ramuan yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Jamu dan obat-obatan tradisional telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, jamu, sebagai salah satu warisan budaya Indonesia hingga saat ini masih diteruskan dan dikembangkan eksistensinya.

Tak disangka jamu yang pada awalnya hanya berbasis tradisi dan budaya secara sederhana, kini telah berkembang pesat sebagai industri modern dengan berbagai produk inovasinya. Baik dari segi jenis produknya, kemasannya, maupun pemanfaatannya. Namun yang menjadi pertanyaan sekarang ini sudah seberapa jauh inovasi yang telah dilakukan produsen jamu.

Ada beberapa peluang untuk mengembangkan jamu sehingga dapat ikut memasok devisa negara. Salah satunya adalah membuka pasar produk jamu untuk membidik semua kalangan. Selama ini jamu identik bagi kalangan menengah ke bawah.

Untuk menaikkan citra jamu itu salah satunya dengan mengombinasikan produk jamu dengan produk lain. Salah satunya adalah membuat es krim jamu. Es krim merupakan salah satu makanan yang sangat digemari banyak orang. Mulai dari anak- anak hingga orang dewasa. Alasan itulah dibuatnya es krim jamu.

Iseng saja

Adalah Retno Widawati dari komunitas Honocoroko yang pertama kali mempunyai ide untuk membuat es krim jamu. Awalnya hanya untuk mengisi waktu luang saat akan berbuka puasa bersama dengan anak-anak asuhnya.

Menurut Retno, yang terpikirkan saat itu hanya bagaimana mengisi waktu luang anak-anak. Lalu muncul ide membuat es puter tetapi dengan bahan dari jamu.

Retno membeli alat-alat untuk membuat es krim, dan anak-anak itu senang dengan memutar-mutar alat es krim. Dan ternyata es krim jamu tersebut menjadi sesuatu yang menarik bagi masyarakat.

“Ide awal es krim jamu ini, muncul dari kegemaran saya bermain. Saya ajak anak-anak remaja di sekitar lingkungan tempat tinggal saya, yang tergabung dalam komunitas Honocoro, untuk mencoba membuat sesuatu yang unik dan baru,” ujar Retno yang ditemui pada akhir pekan lalu, di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.

Demi mensosialisasikan jamu ke masyarakat, Mbak Retno—demikian ia biasa disapa—tak berniat untuk mematenkan produk es krim jamu hasil kreasinya. Ia membuka kebebasan bagi siapa saja yang ingin membuka usaha produk es krim jamu.

“Es krim jamu ini mudah dibuat dan tidak memerlukan peralatan berat untuk memproduksinya. Saya membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin membuka usaha produk es krim jamu ini. Siapa saja boleh dan tanpa dipungut bayaran, ” kata Retno yang juga sebagai terapi alternatif.

Salah satu yang mengembangkan es krim jamu ini adalah Kardi Sriyanti—akrab disapa Ibu Kardi—yang sudah berpengalaman sebagai tukang jamu gendong selama 40 tahun.

Setelah diajarkan cara membuat es krim jamu, Kardi memberanikan diri memasarkan es krim jamu dengan rasa beras kencur dan kunyit asam.

Untuk membuat es krim jamu, selain diperlukan bahan utama jamu beras kencur dan kunyit asam, cukup menambahkan tepung sagu singkong atau bisa juga menggunakan tepung hunkwe yang kemudian dimasak hingga menjadi bubur kental.

Untuk satu termos kecil ukuran kurang lebih 1 liter, perbandingannya dengan dua setengah botol jamu beras kencur maka tepungnya hanya satu sendok makan. Setelah tercampur, cairan dimasukkan ke dalam termos es dan siap untuk dikocok.

Di sekeliling termos diletakkan es batu dan garam untuk membekukan adonan. Selama kurang lebih 30 menit termos es diputar-putar hingga es batu disekelilingnya mencair. Kemudian cairan jamu tadi menjadi butiran halus seperti es puter.

“Alhamdulillah banyak orang yang suka. Meski yang sedang flu minum es beras kencur ini jadi tidak sakit. Malah badannya menjadi hangat,” kata Ibu Kardi tersenyum.

Saya sendiri ketika pertama kali merasakan langsung ketagihan. Warna es krim yang agak kecokelatan memiliki sensasi rasa yang berbeda. Rasa beras kencurnya masih terasa dan benar-benar membuat badan menjadi hangat.

Menurut Ibu Kardi, dirinya juga pernah mencoba dengan kunyit asam. Dengan cara pembuatan yang sama. Jadilah es krim kunyit asam yang juga tak kalah enaknya.

Dengan keunikan rasa dari beras kencur dan kunyit asam memang membuat es krim ini menjadi istimewa. Selama ini bisa jadi orang sudah bosan dengan rasa es yang itu-itu saja: cokelat, alpukat, vanila.

Sayangnya es krim beras kencur ini belum dipasarkan dengan kemasan yang kecil. Kardi hanya membuatnya berdasarkan pesanan, misalkan untuk pesta pernikahan, acara arisan dengan kemasan termos yang besar untuk 300-400 orang. Dijual dengan harga Rp 750.000 per termos.

“Ke depannya kami ingin juga membuat dalam kemasan kecil. Biar banyak orang yang bisa mencicipinya,” kata Ibu Kardi.

Sejarah es krim

Menurut cerita, es krim sudah mulai dikenal sejak zaman Romawi saat diperintah oleh Kaisar Nero. Ini terbukti dari catatan sejarah yang menceritakan detil sebuah pesta. Salah satu hidangannya adalah es yang diambil dari penggunungan dengan dihiasi buah-buahan.

Tapi yang paling awal mengenalkan es krim dengan bentuk seperti sekarang adalah Kaisar Tang dari Dinasti Shang, China. Kaisar Tang adalah raja yang memiliki cita rasa tinggi terhadap makanan dan minuman.

Masakan China di masa itu betul-betul dibuat menjadi masakan kelas dunia. Para juru masak terbaik dari seluruh China dikumpulkan, mereka diberikan jenjang atau tingkat keahlian.

Teknik memotong dan menggoreng jadi sebuah kebanggaan bagi para ahli juru masak China. Ketika disajikan es yang diambil dari salju yang turun, kaisar tidak segera menyantap begitu saja es yang tersedia.

Kaisar meminta agar es dicampur dengan susu sapi, tepung, dan sedikit kapur barus. Adonan ini diaduk hingga membentuk krim. Mulailah dikenal di kalangan istana es krim yaitu es yang berupa adonan beberapa bahan.

Awalnya es krim terbuat dari es salju yang dicampur lemak susu, buah-buahan, dan diberi berbagai macam adonan sehingga lembut dan nikmat.

Di Eropa, es krim dibawa dan diperkenalkan oleh Marcopolo. Di masa itu yang namanya hidangan dari es adalah hidangan untuk kaum bangsawan.

Apalagi ketika listrik belum ditemukan, orang berusaha membuat es dengan cara membuat mesin minyak tanah. Mereka tidak lagi harus menunggu musim salju tiba, tapi dengan teknologi bisa membuat air beku.

Hal ini hanya bisa dilakukan oleh para bangsawan dan orang-orang kaya sehingga sampai tahun 1600-an es merupakan hidangan mewah. (dam)

Sumber: wartakotalive.com

Tentang Admin

Anak manusia yang sedang memulai usaha.. ice cream keliling... Moga-moga bisa keliling Indonesia atau dunia... kali ya...
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.