Tak Benar Es Krim Bikin Batuk

Tak Benar Es Krim Bikin Batuk
Christina Andhika Setyanti

Jika habis makan es krim jadi batuk,mungkin karena memang kondisi tubuh si anak yang sedang menurun.

KOMPAS.com – Es krim merupakan jajanan yang banyak disukai masyarakat, terutama anak-anak. Masalahnya, banyak orangtua yang melarang anak-anaknya menyantap es krim karena khawatir menyebabkan anak batuk atau pilek. Padahal, es krim pada dasarnya terbuat dari susu sapi, santan, gula, dan perisa, misalnya ekstrak buah-buahan.

“Karena terbuat dari susu dan bahan alami lainnya, sebenarnya es krim memiliki nilai dan kandungan gizi yang cukup banyak di dalamnya, seperti serat, karbohidrat, vitamin C, dan lainnya,” ungkap Chef Sandra Djohan kepada Kompas Female, usai acara “Inspirasi Rasa Nusantata bersama Wall’s Dung Dung” di Restoran Demang, Jakarta Pusat, Selasa (10/1/2012).

Jika anak lalu menjadi batuk atau pilek setelah makan es krim, sebenarnya penyebabnya bukan es krim itu sendiri. “Es krim yang alami tidak menimbulkan berbagai penyakit, tetapi mungkin karena memang kondisi tubuh si anak yang sedang menurun. Jadi lebih bisa dibilang sebagai pemicu saja, bukan penyebab,” tambah chef lulusan Le Cordon Bleu, Paris, ini.

Kandungan es krim seperti susu, santan, gula, dan buah-buahan sendiri sebenarnya bisa melengkapi kadar gizi seseorang, terutama anak-anak. Kandungan protein, karbohidrat, gula, sampai serat yang terkandung dalam buah-buahan membuat es krim menjadi kudapan yang sehat. Kalau sudah begini, paling-paling yang perlu Anda hindari adalah melarang anak-anak mengonsumsi es krim sebelum makan. Sebab biasanya, mereka menjadi kenyang sebelum makan nasi, lalu menolak makan. “Sebaiknya es krim disajikan setelah makan. Ini lebih berfungsi sebagai reward untuk mereka, tapi tanpa mengabaikan berbagai manfaat dan gizi mereka,” ujarnya.

Ketepatan waktu makan dan takaran es krim untuk anak-anak memang harus diperhatikan. Ketahanan tubuh anak yang cenderung rentan terhadap penyakit dibanding juga perlu dipertimbangkan. “Segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik. Jadi biarkan anak mencoba semua makanan termasuk es krim, namun tetap terkontrol. Sebaiknya es krim diberikan sekitar seminggu dua kali,” saran pemilik restoran Epilogue di kawasan Cipete, Jakarta Selatan ini.

Selain itu, sebaiknya orangtua juga berhati-hati untuk memilih es krim, karena sekarang ini banyak beredar es krim yang dibuat asal-asalan, atau es krim dengan banyak kandungan bahan kimia seperti pemanis buatan (seperti aspartam, sakarin), zat pengawet, zat pewarna, dan lain sebagainya.

 

http://female.kompas.com/read/2012/01/10/19250066/Tak.Benar.Es.Krim.Bikin.Batuk

Tentang Admin

Anak manusia yang sedang memulai usaha.. ice cream keliling... Moga-moga bisa keliling Indonesia atau dunia... kali ya...
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.