Remaja 22 Tahun Ini Sudah Punya Kafe Es Krim Beromzet Rp 100 Juta

Remaja 22 Tahun Ini Sudah Punya Kafe Es Krim Beromzet Rp 100 Juta

Wiji Nurhayat – detikFinance
Jakarta -Meski umurnya masih sangat muda, yaitu 22 tahun, Andrea Prasetya muncul sebagai salah satu remaja yang sukses dengan usahanya membangun kafe es krim. Mengusung tema unik dari cafe ice cream yang dibangun dengan 4 orang temannya, Andrea kini memiliki omzet usaha lebih dari Rp 100 juta/bulan.

“Kafe es krim kami adalah cafe store yang belum pernah ada di Indonesia, dengan nama BC’s Cone. Mengusung tema mural art dengan nama the artology of soft ice cream, kami lebih mematangkan konsep warna-warni pada ice cream. Omzet sudah lebih dari Rp 100 juta/bulan,” katanya saat ditemui detikFinance dalam acara Entrepreneurship Prasetya Mulya, di Plaza Bapindo pekan lalu.

Andrea menceritakan, pengalaman membangun usahanya dimulai sejak 7 Maret 2015. Alasan memilih bisnis es krim adalah, karena konsumsi es krim di Indonesia meningkat 20% setiap tahun, dan nilai bisnisnya mencapai Rp 2 triliun.

Usahanya ini berhasil salah satunya juga didukung lokasi kafe es krim BC’s Cone yang strategis. Andrea sengaja memilih Rukan Crown Golf di Pantai Indak Kapuk (PIK), Jakarta sebagai tempat usahanya.

“Antusias sangat besar. Kita bisa menjual 4.000 es krim dalam bentuk cone dan gelas per harinya,” tambahnya.

Andrea mengakui, untuk membangun usahanya ini, modal awal yang dikeluarkan jumlahnya cukup besar, yaitu mencapai Rp 1,5 miliar. Modal ini ditanggungnya dan keempat temannya yang sepakat membentuk usaha BC’s Cone.

Secara total di kafenya ini, Andrea menjual 30 produk makanan dan minuman, sebanyak 15 di antaranya adalah varian es krim. Ada beberapa menu favorit utama yang ditawarkan di kafe BC’s Cone seperti:

  • Art sycone dengan harga Rp 28.000/pcs untuk 1 orang
  • Par Fait dengan harga Rp 34.000/pcs untuk 1 orang
  • Artse Pallete dengan harga Rp 75.000/pcs untuk 6 orang
  • Chef ice dengan harga Rp 35.000/pcs

“Ide awal ingin punya pengalaman bisnis dan saya melihat kafe di Jakarta meningkat terus. Kita melihat kafe di Jakarta tema yang diusung kebanyakan meniru negara lain, dan orang sudah bosan. Kami beda sama yang lain. Kami ingin ada added value dalam rasa dan warna, dan sesuatu yang wah dari es krim,” tuturnya.

Untuk membentangkan bisnisnya jauh lebih luas, Andrea dan keempat temannya sepakat untuk mem-franchise-kan Cafe BC’s Cone. Bagi investor yang ingin berminat, syaratnya cukup mudah, yaitu dengan menyediakan lokasi yang luas dan strategis lalu membayar hak merek Rp 2,2 miliar, termasuk sudah mendapatkan bahan baku dan peralatan pembuatan es krim.

“Kita sudah daftarkan atas nama PT Arte Kreasi Kreatif. Kita punya tim business dan izin dagang serta lain-lain,” katanya.

Selain menawarkan bisnis franchise kafe BC’s Cone, investor negara lain juga sudah melirik usaha Andrea dan keempat kawannya, seperti Malaysia. Investor tersebut ingin Andrea bisa membuka Cafe BC’s Cone di Malaysia.

“Sudah banyak yang melirik dan ditawari salah satunya oleh investor asal Malaysia. Banyak sekali orang Malaysia melihat produk kami di instagram dan internet. Mereka bilang cukup potensial dan bisnis ini belum ada di Malaysia. Oleh karena itu, kita nggak menutup untuk ekspansi ke luar,” jelasnya.

(dnl/hen)

Iklan

Tentang Admin

Anak manusia yang sedang memulai usaha.. ice cream keliling... Moga-moga bisa keliling Indonesia atau dunia... kali ya...
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.